Berita Aktual

Sukhoi SSJ 100 Mencatatkan Sejarah Kelam di Indonesia

Di Poskan oleh:ePapers on Kamis, 10 Mei 2012 | 23:21

Jakarta - Sukhoi Superjet 100 (SSJ 100) menggoreskan catatan kelam dalam sejarah penerbangannya. Dalam penerbangan 'promosinya' di Indonesia, SSJ 100 bernasib cukup naas.

Kepala SAR menduga Pesawat pabrikan Rusia yang membawa 50 orang tersebut jatuh di wilayah Gunung Salak, Jawa Barat. Namun, hingga saat ini belum ada kepastian.

Dari data-data yang dihimpun detikFinance, Kamis (10/5/2012), SSJ 100 adalah pesawat jarak jauh dengan kemampuan regional dimana berkapasitas kurang lebih 100 penumpang. SSJ 100 dikembangkan sekaligus didesain serta diproduksi Sukhoi Civil Aircraft Company (SCAC) yang bekerjasama dengan Alinea Aeronautica.

Sukhoi Civil Aircraft Company merupakan anak usaha dari United Aviation Corporation yang memproduksi pesawat sipil.

Siapa yang tak kenal Sukhoi? Unit militernya Sukhoi sudah sangat terkenal dengan pesawat tempur yang memiliki kemampuan bermanuvernya. RI sendiri telah memiliki beberapa pesawat tempur produksi Sukhoi.

Bagaimana rekam jejak pesawat penumpang? Ya melalui pesawat SSJ 100 inilah pabrikan Rusia itu berharap banyak. SSJ 100 elah berhasil menjalani penerbangan perdananya pada Mei 2008. Pesawat ini mempunyai kemampuan kecepatan terbang maksimum 0.81 kecepatan suara (Mach 0.81) dan mencapai ketinggian 40.000 feet.

SSJ 100 dapat beroperasi (take off and landing) di bandara yang memiliki panjang landasan 1.731 meter (versi basic range) dan sampai 2.052 meter (versi long range).

Pada Februari 2011 lalu SSJ 100 telah meraih Sertifikat Type (Type Certification) dari Otoritas Sertifikasi Rusia (the Russian Certification Authority IAC AR) dan diharapkan sertifikasi dari Otoritas Penerbangan Uni Eropa (EASA) akan diperoleh pada 2011 ini. Produksi pertama SSJ 100 telah diserahkan pada 19April 2011 kepada Armavia Airline, satu perusahaan penerbangan sipil di Armenia.

Hal tersebut menarik minat maskapai swasta nasional, PT Sky Aviation. Sky Aviation berencana memperkuat armadanya dengan membeli 12 pesawat Sukhoi Super Jet 100 (SSJ 100) senilai US$ 380,4 SCAC.

"Kami sangat berharap pesawat bisa diterima pada 17 Agustus 2012. Kami telah mempersiapkan sejumlah rute baik domestik, maupun rute regional Internasional untuk pengoperasian pesawat SSJ 100," jelas Direktur Utama Sky Aviation Krisman Tarigan di Jakarta, akhir tahun 2011 lalu.

Rencananya pesawat SSJ 100 akan dioperasikan di rute-rute merata di Indonesia Bagian Barat (Sumatera dan Jawa), Indonesia Bagian Tengah (Kalimantan,Sulawesi, Bali dan NTT) serta Indonesia Bagian Timur (Maluku dan Papua).

"Dengan Armada SSJ 100, Sky Aviation akan membuka rute-rute penerbangan antar kota di Kalimantan yang selama ini tidak dilayani serta siap melayani masyarakat di pulau-pulau Sulawesi, NTT, Maluku dan Papua. Selain pesawat SSJ 100, kami juga akan menambah armada dengan pesawat Sky Lander (kapasitas 19 penumpang) sebanyak 10 buah," tambahnya.

Sky Aviation merupakan salah satu unit Group Petroneks Energy adalah perusahaan penerbangan yang relatif baru, mengantongi AOC 135 -144 dari Kementerian Perhubungan pada 14 Mei 2009 dan Surat Izin Usaha Angkutan Udara Niaga Tidak Berjadwal pada 8 Maret 2010.

Presiden Sukhoi Civil Aircraft Company, Vladimir Prisyazhnyuk mengungkapkan kegembiraannya dapat bekerja sama dengan Sky Aviation.

"Performa dari Sukhoi Superjet 100 akan mendukung pengembangan network-rute Sky Aviation. Kami optimistis pesawat bisa dikirim pada Agustus 2012," kata Dia.

Di Indonesia, ada dua maskapai yang telah menjalin kerjasama dengan SCAC yakni Kartika Airlines dan PT Merukh Ama Coal sebagai pemilik PT Dirgantara Air Service dan PT Sabang Merauke Air Charter (SMAC).

Namun di awal penerbangannya, SSJ 100 mencatatkan sejarah buruk dengan kejadiaan naas. Pesawat tersebut hilang kontak setelah 21 menit terbang dari Lanud Halim Perdanakusumah dalam rangka penerbangan promosinya.

SSJ 100 yang diduga jatuh ini membuat seluruh media baik lokal maupun internasional menyorot tajam. Kejadian ini merupakan kejadian terparah SSJ 100.

Berdasarkan catatan Russia Today, Rabu (9/5/2012), terdapat beberapa insiden yang menyertai pengoperasian pesawat buatan Rusia ini. Insiden yang terjadi hanyalah insiden kecil. Tidak ada satu pun insiden yang mengakibatkan cedera atau kematian penumpang di dalamnya.

Berikut ini insiden-insiden yang dialami Sukhoi Superjet 100:

1. 6 Mei 2012, SSJ-100 keluar dari landasan pacu saat mendarat di Bandara Kazan, Rusia.

2. 16 Maret 2012, pesawat jet harus putar balik dan kembali ke Moskow selama penerbangan ke Astrakhan setelah kru menemukan landing gear tak bisa digunakan sepenuhnya.

3. 25 Desember 2011, penerbangan SSJ-95, yang merupakan modifikasi superjet, dari Minsk, Belarusia, dibatalkan karena kegagalan landing gear. Pesawat lantas kembali ke Moskow tanpa penumpang.

Sedangkan kasus terbaru adalah hilang kontaknya pesawat superjet ini di sekitar Bogor, Jawa Barat pada Rabu sore (9/5/2012), pukul 14.33 WIB. Ada 50 orang di atas pesawat tersebut, di mana 8 orang merupakan warga negara Rusia.

Menurut mantan pilot penguji dari Rusia, Magomed Tolboev, sebagian wilayah Jakarta memiliki medan yang berat. Tolboev sebelumnya pernah terbang di wilayah ini.

"Ada medan dengan gunung setinggi 6.158 kaki. Ini sulit sekali," ucapnya kepada Russia Today.

"Pilot seharusnya bisa melihat gunung karena pesawat ini sangat modern. Pesawat ini dilengkapi dengan peralatan penerbangan terkini," imbuh Tolboev.

Pesawat Sukhoi Superjet 100 yang hilang di kawasan Gunung Salak, Bogor, Rabu (9/05/2012) diduga jatuh di kawasan Kawah Ratu, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor. Hal itu berdasarkan titik koordinat terakhir pukul 14.33 sebelum akhirnya pesawat lost kontak dengan ATC Bandara Halim Perdakusuma.

Kepala SAR Jakarta Ketut Parwa menjelaskan, meskipun titik koordinat terakhir pesawat sudah diketahui, namun pihaknya belum bisa memastikan apakah pesawat berpenumpang 40 orang itu jatuh di posisi tersebut.
(dru/ang)

Waisak di Candi Mendut Diguyur Hujan

Di Poskan oleh:ePapers on Minggu, 06 Mei 2012 | 15:42

Metrotvnews.com, Magelang: Arak-arakan prosesi Waisak 2556 BE/2012 dari Candi Mendut ke Candi Borobudur lewat Candi Pawon di Magelang, sempat diguyur hujan deras, Ahad (6/5). Tapi hujan tak menyurutkan prosesi keagamaan itu.

Prosesi berjalan kaki diikuti ribuan umat Budha tersebut berangkat dari Candi Mendut sekitar pukul 13.00 WIB, sampai di depan Hotel Pondok Tingal sekitar pukul 14.00 WIB hujan deras.

Sebagian peserta prosesi yang membawa payung langsung mengembangkan payungnya, namun sebagian besar mereka harus rela basah kuyup karena tidak membawa alat pelindung hujan. Hanya, hujan membuat penonton di pinggir jalan bubar.

Prosesi jalan kali sepanjang tiga kilometer ini antara lain diikuti kelompok pembawa bendera Merah Putih, bendera Buddhis, bendera Walubi, barisan Bhinneka Tunggal Ika, sarana puja, mobil pembawa api dharma, tandu air suci, tandu kitab suci, barisan sangha, dan barisan umat.

Saat prosesi berlangsung, jalan menuju jalur prosesi ditutup untuk kendaraan umum. Sejumlah petugas berjaga di titik-titik persimpangan agar kendaraan tidak masuk ke jalur prosesi.

Sebelum melakukan prosesi itu, umat Buddha mengikuti detik-detik Waisak di halaman Candi Mendut pada pukul 10.34 WIB. Nanti malam, umat Budha mengikuti upacara ritual pradaksina, pelepasan lampion di altar utama di Candi Borobudur.(Ant/ICH)

Bagaimana Cara Berbaikan Dengan Pasangan ?

Bagaimana Cara Berbaikan Dengan Pasangan ? Semua orang pasti mendambakan kebahagiaan dengan pasangannya, dengan kebahagiaan itu mereka bisa terus semangat dalam melakukan hal apapun untuk menjalankan hidup. Namun tiap pasangan pasti mempunyai suatu masalah sehingga terjadi pertengkaran antara mereka. Lalu bagaimana cara berbaikan lagi agar bisa bersama-sama untuk meraih kebahagiaan ?

Tidak bersikap memusuhi
Saat pertama bertemu lagi setelah pertengkaran hebat, kebekuan di antara Anda berdua perlu dicairkan dahulu. Boleh tawarkan kepadanya kopi atau teh, atau apakah mau dibuatkan makanan.
“Sikap yang ‘seperti biasa’ kadang melenturkan ketegangan dan membantu memperkuat ikatan cinta yang memang ada,” kata Greer.
Minta maaf
Jika Anda sempat mengatakan atau melakukan sesuatu yang menyakitkan dia waktu bertengkar, Anda harus minta maaf. Ini tidak berarti mengaku salah. Ini menunjukkan bahwa Anda punya itikad baik.
“Permintaan maaf untuk kelakuan buruk yang Anda lakukan yang turut memicu pertengkaran, dapat membuka jalan ke arah diskusi yang sehat,” kata Sharon Wolf, penulis buku How to Stay Lovers for Life. “Dengan memulai inisiatif, suami akan mendengarkan apa yang ingin Anda ungkapkan”. Hal ini memungkinkan dia untuk juga minta maaf, mengakui kesalahannya tanpa kehilangan muka.

Bantuan orang ketiga
Jika sumber pertengkaran adalah sesuatu yang ‘berat’, semisal salah satu dari Anda dipindahtugaskan ke lain kota, lebih baik diskusikan dahulu. Beberapa masalah tertentu memang perlu waktu untuk mengatasinya, dan Anda tentu tidak menginginkan perang dingin berlangsung terus. Kadang-kadang, orang ketiga bisa membantu. Sepasang suami-istri menginginkan anak, maka istri berniat berhenti kerja. Tapi suami khawatir pendapatan keluarga berkurang karena ia sendiri baru saja memulai bisnisnya. Suami kemudian meminta saran kakaknya. Saran yang diterima mereka adalah agar niat memiliki anak diteruskan, istri tetap bekerja tapi paruh waktu, dan suami agar menunda perluasan usaha untuk sementara.
Jangan ingin menang
Jangan berpikir siapa yang menang, siapa yang kalah dalam pertengkaran dengan pasangan Anda.
Anda menang hanya jika hubungan dengannya bisa tetap baik setelah pertengkaran. Priska yang pernah lima tahun menikah, berkata, “Dalam pertengkaran, saya sering mengungkit-ungkit kesalahan dia di masa lalu untuk menunjukkan bahwa saya tahu mana yang benar. Tapi, selalu menjadi yang benar ternyata menghancurkan hubungan kami.” Mereka berpisah tahun lalu.
Jangan diamkan saja

Anda ingin suami mengerti mengapa Anda marah. Bagaimana bisa kalau Anda diam saja? “Mengacuhkan dia hanya akan merenggangkan jarak di antara Anda berdua dan tidak akan membuatnya mengerti apa yang membuat Anda marah,” kata Greer.
Apabila justru dia yang diam saja tapi bersikap memusuhi, maka Anda perlu mengonfrontasikannya. Katakan, “Tolong katakan apa yang mengganggumu,” saran Greer. Jika dia tetap bungkam, tulis memo singkat yang mengatakan bahwa Anda rindu padanya dan ingin bicara.
Maafkan dia
Menuntut permintaan maaf terus-menerus hanya akan memperpanjang pertengkaran. Sebuah permintaan maaf harus dibarengi komitmen untuk tidak mengulangi kesalahan itu.
“Ketika baru menikah, kami sering bertengkar”, kata Joni, 28 tahun. “Saya memang ceroboh dan saya minta maaf untuk kekacauan yang terjadi. Tapi istri saya malah tambah rewel dengan keluhan-keluhan lain. Akhirnya saya katakan kepadanya bahwa saya tidak bisa mengalah untuk semua hal. Dia langsung menyadari kesalahannya dan berjanji akan berhenti mengeluh jika saya mau berusaha menjaga kebersihan rumah”.

Jangan tidur sambil marah
Apapun yang terjadi – saling membanting pintu, saling memaki – Anda berdua tetap perlu membuat kesepakatan sebelum tidur. Kalau persoalan belum selesai dan hati masih terasa sakit, tidak perlu memaksa diri untuk bercinta. Lebih baik katakan, “Saya pikir kita bisa menyelesaikan persoalan ini, tapi sekarang lebih baik istirahat dulu supaya besok bisa menyelesaikan dengan pikiran lebih jernih”. Peluklah dia, beri kecupan hangat. Dengan cara ini, pertengkaran tidak berkembang menjadi permusuhan yang menimbulkan dendam dan semua pihak bisa tidur.
Tambahkan bumbu cinta
“Tidaklah cukup jika hanya menggumamkan kata maaf. Anda perlu membumbuinya dengan sikap atau ucapan yang menunjukkan rasa cinta,” kata Wolf.
Menghabiskan waktu bersama -dengan jalan-jalan berdua atau makan malam berdua- akan menolong pasangan memfokuskan diri pada kesadaran betapa manisnya hubungan mereka sebenarnya. Demikian menurut penulis buku When Talking Makes Things Worse!, David Stiebel. Daripada bertengkar, lebih baik memperbesar pikiran bahwa kalian saling mencintai.

Mudah-mudahan tips di atas ini bisa berguna bagi anda.

Incoming search terms:

  • cara berbaikan dengan pacar
  • Cara berbaikan dengan suami
  • Tips berbaikan dengan pacar
  • cara berbaikan
  • cara berbaikan dengan mantan pacar
  • berbaikan dengan suami
  • cara berbaikan dengan teman
  • tips berbaikan dengan pasangan
  • berbaikan dengan pacar
  • cara berbaik dengan pasangan

Bagaimana Cara Menghindari Perceraian ?

Bagaimana Cara Menghindari Perceraian ? Bagi para pasangan suami istri pasti mereka mengaharapkan sebuah kebahagiaan dalam membina sebuah rumah tangga dan tidak ingin jalinan rumah tangga nya terputus lalu mereka bercerai. Pasangan suami istri pasti mengharapkan kebahagiaan dalam membina rumah tangga sampai akhir hayatnya.

Namun apabila tiba-tiba ada suatu masalah besar menerpa pasangan suami istri dan berniat untuk melakukan perceraian, kita mempunyai beberapa tips untuk menghindari hal tersebut:
1. Cari sumbernya

Bisa jadi, selama ini Anda dan suami tidak menyadari ada persoalan di dalam rumahtangga Anda. Tiba-tiba, muncul kata “cerai” di dalam rumahtangga Anda. Langkah pertama yang harus dilakukan untuk mengurai dan mencari solusi adalah dengan mencari tahu sebabnya. Bisa jadi, penyebabnya cuma masalah sepele yang sebetulnya bisa diselesaikan asal kedua pihak sama-sama mau mengalah. Tapi, bisa jadi persoalannya memang sangat berat, sehingga tak ada kata lain selain berpisah. Apa pun penyebabnya, mencari tahu penyebab adalah langkah yang harus dilakukan. Pasalnya, dari sinilah keputusan apakah benar-benar akan bercerai atau tidak dimulai.
2. Intropeksi

Bila Anda sudah mengetahui penyebab kenapa Anda atau suami ingin bercerai, cobalah untuk berintropeksi. Ini yang seringkali sulit dilakukan. Pasalnya, masing-masing pasangan pasti merasa dirinyalah yang benar. Mereka tak bakal bisa menerima kenyataan bahwa merekalah pangkal sebab munculnya niat cerai. Mungkin, Anda malu mengakui secara jujur kekurangan Anda, tapi cobalah menjawab dengan jujur pada diri sendiri bahwa yang dikatakan pasangan Anda ada benarnya. Mumpung masih ada waktu, kenapa tak Anda coba perbaiki dari sekarang? Tentu, suami pun harus melakukan hal serupa. Bisa jadi, ialah yang membuat perkawinan menjadi goyah dan tak harmonis lagi.
3. Jangan memperbesar masalah

Jika Anda dan suami sudah tahu sumber keributan dan konflik dalam rumahtangga, sebaiknya jangan memperbesar masalah. Juga, jangan mencari masalah baru. Pasalnya, ini justru akan memperkeruh suasana. Bila Anda menyadari kekurangan yang ada, tak ada salahnya meminta maaf. Tidak perlu malu dan berusaha menjadi istri yang baik seperti yang diharapkan suami. Cobalah untuk mencari solusi sebaik-baiknya.

4. Pisah sementara waktu

Meski sepertinya sangat tak enak, cara ini bisa menjadi jalan terbaik untuk menghindari perceraian. Pisah untuk sementara waktu akan membantu suami-istri untuk menenteramkan diri sekaligus menilai, keputusan apa yang sebaiknya ditempuh. Kenapa harus pisah rumah? Pasalnya, dua hati yang sama-sama sedang panas, sebaiknya tak bertemu setiap hari. Jika setiap hari bertemu, yang terjadi bukan membaik, malah justru bakal semakin panas. Bisa-bisa ribut terus dan tidak ada titik temu. Yang dibahas setiap hari pasti akan balik ke masalah yang itu-itu saja. Anda bisa misalnya “mengungsi” dulu ke rumah orang tua, sementara suami pindah dulu sementara ke rumah orang tuanya. Pisah rumah akan membantu mendinginkan hati yang sedang memanas, sehingga Anda dan suami dapat berpikir jernih.
5. Komunikasi

Apapun,komunikasi merupakan fondasi sebuah hubungan, termasuk hubungan dalam perkawinan. Tanpa komunikasi, hubungan tak bakal bisa bertahan. Jadi, seberat apapun situasi yang tengah Anda hadapi, sebaiknya tetap lakukan komunikasi dengan pasangan. Bahkan setelah Anda dan suami sama-sama hidup terpisah, cobalah untuk tetap berkomunikasi. Coba diskusikan bersama, langkah terbaik apa yang bisa Anda berdua lakukan untuk menghindari perceraian, untuk mempertahankan mahligai rumahtangga. Tak mudah memang, tapi jika Anda berdua sudah berpisah untuk sementara waktu, situasi panas barangkali sudah lewat, sehingga Anda berdua sudah siap untuk berkomunikasi. Jangan merasa malu atau gengsi untuk saling menghubungi.
6. Libatkan keluarga

Jika kenyataannya, pasangan sudah tidak dapat diajak berkomunikasi atau selalu berusaha menghindar, cobalah libatkan anggota keluarga yang memang dekat dengannya. Orang tua, kakak atau pamannya misalnya. Pokoknya, siapa saja yang Anda rasa bisa Anda ajak berbicara. Tentu, Anda jangan pernah menutupi akar permasalahan yang ada kepada mereka, tetapi berterus teranglah. Katakan juga, apa sebetulnya kekurangan Anda maupun kekurangan suami. Siapa tahu, mediator ini dapat melunakkan hati Anda dan pasangan, sekaligus mencarikan solusi untuk kembali bersatu.
Perceraian tentu tak diinginkan pasangan suami-istri mana pun. Namun, seringkali hubungan suami-isri sedemikian memburuk, sehingga terlintas di benak untuk bercerai saja.

Nah, jika Anda dan pasangan tengah di ambang pintu perceraian, jangan buru-buru memutuskan berpisah. Pikirkan kembali, jangan-jangan yang Anda rasakan hanya emosi semata. Berikut, 12 jurus yang bisa membantu Anda menghindari perceraian.
7. Cari teman curhat

Menghadapi perceraian tentu akan membuat pikiran runyam, pekerjaan terbengkalai dan bingung harus berbuat apa. Nah, kondisi tidak nyaman ini bisa Anda atasi bila Anda bisa berbagi dengan orang terdekat, sahabat misalnya. Dengan berbagi, beban pikiran Anda akan terasa lebih ringan. Yang harus dicermati, jangan mencari teman curhat yang lawan jenis. Carilah teman curhat sesama jenis. Pasalnya, bila Anda bercerita, mengungkapkan uneg-uneg Anda pada teman pria, belum tentu sepenuhnya ia akan mendukung Anda untuk kembali bersatu dengan suami. Bisa jadi ia malah menggoda Anda, dan jika Anda akhirnya benar-benar tergoda, yang muncul akhirnya malah masalah baru.
8. Ingat anak

Anak biasanya menjadi senjata terampuh untuk meredam konflik antara suami-istri. Jadi, bila ternyata antara Anda dan suami sama sama menginginkan perceraian, cobalah ingat anak-anak Anda, buah cinta kasih Anda dan suami. Ingatlah bahwa mereka masih sangat membutuhkan Anda dan suami. Apakah mereka harus menjadi korban perceraian karena keegoisan orang tuanya? Lantas, setelah Anda bercerai, kemana dan kepada siapa mereka harus ikut, Anda atau suami? Jika Anda menyayangi mereka, pikirkan kembali keputusan tersebut.
9. Singkirkan ego

Jika Anda memang masih menginginkan keutuhan rumahtangga, segera buang jauh-jauh ego yang ada dalam diri Anda. Jangan merasa diri selalu benar dan sealu menyudutkan pasangan, begitu pula sebaiknya. Sadarilah bahwa apa yang terajadi sekarang adalah kesalahan Anda dan suami. Kalaupun selama ini ada sakit hati yang terselip, cobalah untuk saling memberi maaf.
10. Jujur pada diri sendiri

Jujurlah pada diri sendiri, apakah Anda sudah siap mental untuk berpisah selamanya dengan suami? Perceraian tidaklah semudah yang dibayangkan. Berpisah lalu hidup tenang. Tidak selamanya perceraian membuat kehidupan menjadi bahagia. Bisa jadi justru sebaliknya, lebih hancur. Banyak masalah-masalah di kemudian hari yang berbuntut panjang. Mulai anak, harta gono-gini sampai hubungan antar-keluarga yang ikut tidak harmonis. Jadi, pikirkan kembali jika ingin mengambil keputusan ini. Selain jujur, Anda juga harus mengedepankan rasio. Perempuan biasanya memang lebih banyak menggunakan perasaan, namun untuk soal seberat ini jangan hanya perasaan. Pertimbangkan benar, apa dampaknya bagi Anda dan keluarga jika perceraian itu benar-benar terjadi.

11. Banyak berdoa

Banyak berdoa dan mendekatkan diri pada Yang Maha Kuasa dapat membantu permasalahan Anda. Mintalah petunjuk dari-Nya. Dengan semakin bertekun dan mendekat kan diri, insya Allah doa Anda akan terjawab
12. Buka lembaran baru

Jika Anda dan suami akhirnya bisa kembali rukun, maka Anda harus siap membuka lembaran baru bersama suami. Jangan pernah mengungkit-ungkit persoalan dan penyebab Anda berdua pernah berniat untuk bercerai. Sekali Anda mengungkit-ungkit, bisa jadi Anda akhirnya akan benar-benar bercerai. Yang paling penting adalah saling mengingatkan dan memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada.

Incoming search terms:

  • Solusi agar tidak terjadi Perceraian
  • langkah mengatasi masalah perceraian
  • cara mengatasi masalah perceraian
  • cara mengatasi perceraian
  • solusi agar tidak bercerai
  • cara mengatasi problem rumah tangga
  • cara melakukan perceraian
  • langkah langkah yang harus ditempuh untuk menghadapi masalah perceraian dalam rumah tangga
  • mengatasi penceraian
  • cara mengatasi agar tidak terjadi perceraian

5 Hal yang Tidak Boleh Diucapkan Orangtua Kepada Anak

Di Poskan oleh:ePapers on Jumat, 04 Mei 2012 | 11:41

Bukan rahasia lagi, orangtua harus memperhatikan cara mereka berkomunikasi dengan anak-anak mereka. Apa yang kita katakan — dan cara kita mengatakannya — adalah masalah penting. Cara komunikasi orangtua akan memberi dampak pada hubungan orangtua-anak dalam jangka panjang.

Kalimat sederhana yang keluar dari mulut orangtua saat sedang frustrasi dapat berdampak besar.

"Kata-kata bisa menyakitkan dan tidak bisa ditarik ulang, jadi berhati-hatilah," ujar Debbie Pincus, seorang terapis, pembimbing orangtua dan penulis "The Calm Parent: AM & PM".

"Kita manusia. Kehidupan kita gila-gilaan dan kadang kita tidak memberikan waktu beristirahat dan berpikir kepada diri sendiri," ujar Pincus. “Hanya berhati-hatilah dan bertanggung jawab, dengan siapa pun kita berbicara."

Berikut ini lima hal yang tidak boleh diucapkan orangtua kepada anak mereka.

"Aku tidak peduli."
Anak kecil senang bercerita tentang segala sesuatu. Tentang pembicaraan mereka dengan teman-temannya, bentuk awan yang mereka rasa mirip dengan ular laut, alasan mereka menekan seluruh isi pasta gigi ke dalam bak mandi.

Tetapi terkadang orangtua tidak ingin mendengarkan mereka. Jangan pernah mengatakan Anda tidak peduli dengan cerita mereka. Itu akan membuat anak-anak merasa tidak penting dan menghilangkan rasa percaya.

SARAN: Beritahulah anak Anda bahwa masalah itu bisa dibahas di lain waktu, ketika Anda dapat fokus pada pembicaraan sang anak. Tetapi jangan ingkar janji. Jangan lupa membahas.

“Kamu kan sudah besar!"
Putri Anda berusia 7 tahun tapi masih bertingkah selayaknya anak umur 3. Jangan pernah menyalahkan tingkahnya sembari mengatakan “Kamu kan sudah besar!” Ini akan membuat anak-anak merasa dikritik padahal mereka bisa saja sedang punya masalah dan butuh bantuan untuk menyelesaikannya.

SARAN: “Ketika Anda hendak bereaksi, ambillah jeda waktu sebentar,” kata Pincus. Pikirkan matang-matang dampak perkataan Anda, jadi bukan asal reaksi spontan. Jeda membantu menurunkan adrenalin sehingga otak bisa berpikir tanpa emosi.

"Minta maaf!"
Anak Anda merebut mainan temannya dan membuatnya menangis. Anda langsung memerintahkan sang anak untuk meminta maaf atas tindakannya. Anda memang bermaksud mulia, tetapi memaksa anak untuk meminta maaf tidak mengajari mereka kemampuan sosial, kata Bill Corbett, penulis buku dan pendidik.

Anak kecil tidak dapat langsung mengerti kenapa mereka harus meminta maaf. Bila selalu disuruh, mereka bisa saja makin lambat memahami alasan meminta maaf bila telah melakukan tindakan buruk

SARAN: Minta maaflah kepada anak kecil yang dibuat menangis oleh anak Anda, sehingga pada saat bersamaan Anda memberi dia contoh bagus kelakuan yang ingin ditanamkan.

"Masak nggak bisa juga?"
Anda mengajari anak menangkap bola lima kali berturut-turut, dan dia belum mahir juga. Atau, ketika belajar soal matematika, dia tak kunjug paham. Anda pun langsung bertanya “Masak nggak bisa juga?” Komentar ini akan menjatuhkan mental mereka.

Sebab, sebagaimana dikatakan pakar pembelajaran Jill Laurean, anak-anak akan menangkap pertanyaan itu dengan berbeda. Mereka akan mengira Anda bertanya “Kenapa nggak bisa juga? Apa yang salah dengan kamu sehingga nggak bisa?”

SARAN:
Ambil waktu istirahat. Jika Anda sudah tidak tahu cara lain mengajari anak mengenai sesuatu, berhentilah. Lanjutkan pelajaran ketika Anda sudah siap untuk mencobanya lagi, mungkin setelah mencari pendekatan lain untuk mengajar apa pun yang sedang dipelajari anakmu.

"Ditinggal ya!"
Anak Anda menolak meninggalkan toko mainan atau taman, sementara Anda telat janjian. Jadi Anda memberikan ultimatum untuk menakut-nakuti dia: "Ditinggal ya!" Untuk anak yang masih kecil, ketakutan ditinggalkan orangtua adalah sesuatu yang sangat nyata. Tapi apa yang terjadi saat ancaman tidak berhasil? Anak dengan cepat belajar kalau ayah atau ibu memberikan ancaman kosong.

SARAN: Jangan bilang kepada anak bahwa Anda akan meninggalkan mereka. Sebaiknya, bikin rencana perjalanan (dari toko mainan ke tempat selanjutnya) sebelum berangkat dari rumah.

Yuk, Berkunjung ke 'Dunia' Nyata Angry Birds

Di Poskan oleh:ePapers on Rabu, 02 Mei 2012 | 16:32

PECINTA Angry Birds tak hanya menikmati permainan tersebut melalui perangkat digital. Kini, pecinta mainan itu bisa berpetualang di dunia Angry Birds di Finlandia. Anda berminat?

Angry Birds Land menawarkan 12 wahana berdasarkan game mobile terlaris itu. Area rekreasi itu dibuka di Sarkanniemi Theme Park, Rabu (5/1). Ada wahana petualangan, permainan, dan penjualan makanan. Semuanya dirancang untuk rekreasi keluarga dan anak-anak.

Akhir tahun 2012, pengelola mengizinkan pengunjung meng-upgrade konten Angry Birds melalui koneksi nirkabel yang tersedia di dalam taman.

CEO Miikka Seppala mengatakan, pembukaan Angry Birds Land merupakan kesepakatan besar bagi mereka. Desain dan tema Angry Birds sangat dikenal secara internasional. Ia mengaku senang menyambut pengunjung dari seluruh dunia.

Miikka juga mengatakan area itu merupakan tujuan liburan wajib bagi pecinta Angry Birds. Bahkan, area itu juga akan menjadi tujuan paling menyenangkan bagi yang belum terbiasa memainkan game Agry Birds.

Pembukaan resmi taman itu yakni tanggal 8 Juni 2012. Permainan Angry Birds telah didownload 50 juta kali dalam 35 hari, sehingga menjadi game terlaris.(digitalspy/***)

http://www.metrotvnews.com/read/news/2012/05/02/90010/Yuk-Berkunjung-ke-Dunia-Nyata-Angry-Birds/11

Selamat Jalan Ibu Endang Rahayu Sedyaningsih

Innalillaahi wainna ilaihi roji’un. Telah berpulang ke rahmatullah Menteri Kesehatan RI periode 2009 – 2014, dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr.PH, pada hari Rabu, 2 Mei 2012 pukul 11.41 WIB di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.

Menkes pergi setelah berjuang melawan penyakit kanker paru yang terdeteksi pada Oktober 2010. Sejak saat itu, Menkes menjalani pengobatan baik di dalam maupun di luar negeri selama lebih kurang 1,5 tahun. Pengobatan yang dijalani antara lain radiasi lokal dan bedah beku untuk mengobati kanker secara lokal serta meningkatkan daya tahan tubuh. Selama kurun waktu pengobatan tersebut, beliau tetap semangat menjalankan tugas-tugas kementerian selaku Menteri Kesehatan.

Endang Rahayu Sedyaningsih lahir di Jakarta, 1 Februari 1955. Beliau berhasil menyelesaikan pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia tahun 1979. Gelar Master on Public Health dan Doktor Kesehatan Masyarakat diperoleh di Harvard University, Amerika Serikat tahun 1992 dan 1997.

Dari perkawinannya dengan dr. MJN Mamahit, Sp.OG, dikaruniai 2 orang putra dan 1 orang putri yaitu Arinanda Wailan Mamahit (L, 31 th), Awandha Raspati Mamahit (L, 27 th), dan Rayinda Raumanen Mamahit (P, 21 th) dan seorang menantu Sara Ratna Qanti (P, 30 th).

Endang Rahayu Sedyaningsih akrab disapa Enny, memulai karirnya di Departemen Kesehatan sejak tahun 1990. Pada tahun 2004 diangkat sebagai pejabat fungsional dengan pangkat Peneliti Madya. Pada 26 Januari  2007, Endang dipercaya sebagai Kepala Puslitbang Biomedis dan Farmasi. Jabatan sebagai peneliti Madya juga diemban pada 24 Juli 2008. Sejak 1 Agustus 2008, Endang diangkat sebagai Peneliti Utama pada Puslitbang Bio Medis dan Farmasi. Tanggal 21 Oktober 2009, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberi amanat sebagai Menteri Kesehatan Periode 2009 – 2014.

Sebagai seorang peneliti, Endang Rahayu Sedyaningsih sudah dua kali memperoleh penghargaan yaitu sebagai Penulis Artikel terbaik ke-2 Badan Litbangkes tahun 2000, Presentasi Poster Terbaik ke-3 pada Conferensi Asia Pasifik ke-3 tentang Perjalanan Kesehatan. Saat menjadi Menkes, Endang Rahayu Sedyaningsih mendapat penghargaan Sulianti Award adalah penghargaan atas jasa beliau dalam hal pencegahan penyakit dan manajeman kesehatan

Banyak karya ilmiah yang sudah dihasilkan, diantaranya adalah Pengembangan Jaringan Virologi dan Epidemiologi Influenza di Indonesia (2007), Karakteristik kasus-kasus flu burung di Indonesia (Juli 2005-Mei 2006), dan Kajian penelitian sosial dan perilaku yang berkaitan dengan Infeksi Menular Seksual, HIV/AIDS di Indonesia (1997-2003).

Jenazah Ibu Endang dari RSCM akan dibawa dan disemayamkan di kediaman Jl. Pendidikan Raya III, Blok J 55, Komplek IKIP Duren Sawit Jakarta Timur pada pukul 14.00 WIB. Selanjutnya pada Kamis (3/5) pukul 06.30 jenazah diberangkatkan ke kantor Kemenkes untuk mendapatkan penghormatan terakhir pada pukul 07.00 – 09.00 WIB. Jenazah diberangkatkan ke peristirahatan terakhir di pemakaman San Diego Hills Karawang pukul 09.00 dari Kemenkes.

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon: 021-52907416-9, faks: 021-52960661, PTRC: (kode wilayah)-500567 atau alamat e-mail: info@depkes.go.id dan kontak@depkes.go.id.
sumber : http://sehatnegeriku.com

e Papers.Tekno

More on this category »

ePapers.Sport

More on this category »

ePapers.Entertainment

More on this category »
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. e-Papers Blog - All Rights Reserved
Template Modify by ~ePapersBlog
Proudly powered by Blogger